Tuesday, January 13, 2015

Puisi

Gara-gara film AADC yang pernah booming tahun 2002 itu, aku mulai tertarik sama yang namanya “puisi”. Menurutku sih puisi itu tempat pelampiasan emosi yang aku ga bisa luapin dengan kata-kata. Akhirnya aku nyoba bikin puisi. Hasilnya adalah sebagai berikut :

Pernah aku...
Bersama pekat menemani
Kutatap awan pembawa sendu...
Satu per satu sang tirta turun dari tahtanya
Memenuhi tanah ini

Malam ini sepi..
Malam ini kelabu..
Hanya seutas kain menyelimuti
Pernah kau ucapkan kata-kata
Membawaku terbang mengangkasa

Tapi kau pergi
Meninggalkanku seorang diri
Bersama janji suci
Tanpa malaikat menemani

Lalu siapa yang akan membayar rinduku?
Angin kah?
Debu kah?

Hanya hadirmu penuhi harapku.

No comments:

Post a Comment