Gara-gara film AADC yang pernah booming tahun 2002 itu, aku
mulai tertarik sama yang namanya “puisi”. Menurutku sih puisi itu tempat
pelampiasan emosi yang aku ga bisa luapin dengan kata-kata. Akhirnya aku nyoba
bikin puisi. Hasilnya adalah sebagai berikut :
Pernah aku...
Bersama pekat menemani
Kutatap awan pembawa sendu...
Satu per satu sang tirta turun dari tahtanya
Memenuhi tanah ini
Malam ini sepi..
Malam ini kelabu..
Hanya seutas kain menyelimuti
Pernah kau ucapkan kata-kata
Membawaku terbang mengangkasa
Tapi kau pergi
Meninggalkanku seorang diri
Bersama janji suci
Tanpa malaikat menemani
Lalu siapa yang akan membayar rinduku?
Angin kah?
Debu kah?
Hanya hadirmu penuhi harapku.
No comments:
Post a Comment